Tentang Bisnis
TUGAS
PENGANTAR BISNIS
Nama : Talitha Amelia
NPM : 21220611
Kelas : 1EB12
TULISAN
TENTANG BISNIS
A.
Pengertian Bisnis
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun organisasi
yang melibatkan proses pembuatan, pembelian, penjualan, atau pertukaran barang
maupun jasa dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.
Istilah bisnis berasal dari bahasa
Inggris, yaitu “business” yang artinya “kesibukan”. Kesibukan
ini bertujuan untuk melakukan aktivitas dalam rangka mendapatkan laba.
Berdasarkan ruang lingkupnya, penggunaan istilah bisnis dibedakan menjadi tiga pengertian
berikut ini.
- Badan usaha, yaitu kesatuan
yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari profit.
- Sektor pasar tertentu, seperti
pasar modal.
- Semua aktivitas pada komunitas
produsen barang atau jasa.
Pengertian Bisnis menurut
para ahli :
·
Menurut L.R. Dickese Bisnis
adalah aktivitas yang memiliki tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan bagi
yang menjalankannya atau yang berkepentingan.
·
Menurut Mc Naughton Bisnis
adalah pertukaran barang, uang, atau jasa untuk mendapatkan keuntungan bagi
pihak-pihak yang terlibat.
B. Fungsi Bisnis
Dalam bukunya The
World of Business, Steinhoff menyatakan bahwa sebuah bisnis memiliki tiga
fungsi utama, yaitu
- Mencari bahan baku (acquiring
raw material);
- Mendistribusikan produk kepada
konsumen (distributing product to consumer); dan
- Mengolah bahan baku menjadi
produk jadi (manufacturing raw materials into product).
Proses utama dalam
sebuah bisnis pada intinya adalah mengubah sesuatu yang semula bernilai kecil
menjadi bentuk lain yang memiliki nilai lebih tinggi dan dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Fungsi Bisnis secara rinci :
- Fungsi Produksi, yaitu fungsi bisnis dalam
menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
- Fungsi Distribusi, yaitu fungsi bisnis untuk
mendistribusikan barang atau jasa ke lokasi terdekat yang dapat dijangkau
atau diidentifikasi konsumennya.
- Fungsi Penjualan, yaitu fungsi bisnis ketika
perusahaan melakukan penjualan barang atau jasa yang dihasilkannya kepada
para pengguna atau konsumen yang membutuhkan.
- Fungsi Pemasaran, yaitu fungsi bisnis yang
berkaitan dengan penyimpanan dan pemasaran sehingga barang yang pada suatu
waktu kurang bermanfaat akan dipasarkan di waktu yang lain ketika barang
tersebut berguna bagi konsumen.
C. Tujuan Bisnis
Sebuah
bisnis memiliki tujuan utama yang sama, yaitu mendapatkan keuntungan atau
profit dari barang atau jasa yang berhasil dijualnya kepada konsumen. Selain
tujuan utama tersebut, ada beberapa tujuan lain dari sebuah aktivitas bisnis,
di antaranya adalah sebagai berikut.
- Menyediakan barang dan jasa
yang dibutuhkan masyarakat.
- Meningkatkan kesejahteraan
pemilik bisnis dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
- Menciptakan lapangan kerja
untuk masyarakat umum.
- Meningkatkan pertumbuhan
ekonomi masyarakat secara umum.
- Menunjukkan prestise dan
kinerja.
- Menunjukkan eksistensi sebuah
perusahaan dalam jangka panjang.
D. Konsep Bisnis
Dalam konsep bisnis,
sebuah usaha bisa
berjalan dengan baik jika memiliki empat komponen utama berikut ini.
- Strategi Inti (core strategy), yaitu visi dan misi
bisnis, meliputi hal yang diharapkan dari bisnis yang bersifat ideal.
- Sumber Daya Strategis (strategic
resources) yang
terdiri dari kompetensi inti, aset strategis, dan proses utama.
- Perantara Pelanggan (customer
interface), yaitu dukungan dan pemenuhan, informasi yang
mendalam, dinamika hubungan, dan struktur harga.
- Jaringan Nilai (value
network), yaitu
jaringan nilai yang ada di sekitar perusahaan sehingga memperkuat dan
melengkapi sumber daya yang dimiliki perusahaan.
E. Jenis-jenis Bisnis
Bisnis dapat dibedakan dalam dua
kelompok besar, yaitu bisnis berdasarkan jenis aktivitasnya dan berdasarkan
kegunaannya. Meliputi :
1.
Jenis Bisnis Berdasarkan Aktivitasnya
Berdasarkan
aktivitasnya, bisnis dapat dibedakan menjadi empat jenis dengan penjelasan
sebagai berikut.
a.
Bisnis Ekstraktif
Bisnis ekstraktif adalah kegiatan usaha yang bergerak
dalam bidang pertambangan dengan melakukan aktivitas penggalian barang tambang
yang ada di dalam perut bumi.
Sebagai
negara yang memiliki kekayaan barang tambang, cukup banyak perusahaan yang
bergerak dalam bisnis ekstraktif di Indonesia. Contoh jenis bisnis ekstraktif
ini adalah tambang batu bara, minyak bumi, gas bumi, emas, tembaga dan
lain-lain.
b.
Bisnis Agraris
Bisnis agraris bergerak dalam bidang pertanian,
perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Bisnis ini juga berkembang
dengan pesat di Indonesia dan sudah dikenal serta digeluti masyarakat sejak
lama, dari skala kecil di tingkat individu hingga skala besar yang dijalankan
oleh perusahaan.
c.
Bisnis Industri
Inilah jenis bisnis yang sering diidentikkan dengan
pengertian bisnis secara awam. Bisnis ini bergerak dalam bidang industri
manufaktur, misalnya industri pesawat terbang, kapal laut, tekstil, mebel,
kertas, dan masih banyak lagi.
d.
Bisnis Jasa
Bisnis jasa adalah aktivitas usaha yang produknya
bukan berupa barang atau produk fisik, melainkan produk jasa, seperti
pendidikan, pariwisata, kesehatan, perbankan dan keuangan, dan lain sebagainya.
2. Jenis Bisnis Berdasarkan Kegunaannya
Terdapat
empat jenis bisnis yang dibedakan berdasarkan kegunaannya, yaitu bisnis yang
memiliki kegunaan bentuk, tempat, waktu, dan pemilikan.
a.
Kegunaan Bentuk (Form Utility)
Bisnis yang memiliki kegunaan bentuk adalah usaha yang
aktivitasnya berupa proses mengubah suatu benda menjadi benda lain yang
memiliki bentuk berbeda dan lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh
bisnis jenis ini misalnya bisnis furnitur, garmen, dan makanan.
b.
Kegunaan Tempat (Place Utility)
Bisnis dengan kegunaan tempat adalah memiliki
aktivitas usaha memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lain yang
memiliki manfaat lebih besar. Contoh bisnis yang memiliki kegunaan tempat
adalah transportasi darat, laut, dan udara, baik untuk manusia maupun barang.
c.
Kegunaan Waktu (Time Utility)
Bisnis dengan kegunaan waktu memiliki aktivitas utama
yang berkaitan dengan penyimpanan barang. Dengan penyimpanan, barang yang
kurang bermanfaat dapat disimpan untuk dikeluarkan ketika barang tersebut sudah
menjadi barang yang lebih bermanfaat. Contohnya adalah bisnis pergudangan.
d.
Kegunaan Pemilikan (Possession
Utility)
Bisnis jenis yang keempat ini bergerak dalam bidang
tertentu yang bertujuan untuk membuat atau memenuhi kegunaan pemilikan atas
suatu barang/jasa, misalnya bisnis pertokoan.
F.
Macam-Macam Bisnis
Karena kebutuhan
masyarakat semakin beragam sehingga
bisnis pun terus berkembang menjadi beberapa macam seperti :
1.
Bisnis Pertanian
Bisnis pertanian atau agrobisnis adalah jenis bisnis
yang mencakup segala hal yang berhubungan dengan pertanian, peternakan,
perkebunan, perikanan dan lain-lain
2.
Bisnis Produksi Bahan Mentah
Bisnis ini merupakan usaha yang bergerak di
sektor-sektor yang menghasilkan bahan mentah untuk diolah kembali, seperti
pertambangan dan kehutanan.
3.
Bisnis Manufaktur
Bisnis ini bergerak dalam pengolahan bahan baku atau bahan
mentah sehingga menghasilkan produk jadi yang siap pakai.
4.
Bisnis Konstruksi
Bisnis konstruksi adalah aktivitas usaha yang bergerak
dalam pembangunan konstruksi dan infrastruktur, seperti jalan raya, gedung
perkantoran, hotel, bandar udara, dan pelabuhan.
5.
Bisnis Transportasi
Untuk membantu mobilitas masyarakat dan distribusi
barang, dibutuhkan pelaku bisnis transportasi, misalnya produsen dan dealer kendaraan,
layanan angkutan udara, dan sebagainya.
6.
Bisnis Komunikasi
Bisnis komunikasi adalah usaha yang dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana komunikasi dan informasi, seperti
televisi, radio, telepon seluler, dan lain-lain.
7. Bisnis
Perdagangan
Bisnis ini bergerak di bidang niaga, baik dalam skala
kecil maupun besar dan berperan sebagai perantara yang menghubungkan antara
produsen dengan konsumen.
8.
Bisnis Finansial
Bisnis ini merupakan usaha yang produknya berupa jasa
di bidang keuangan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kredit
permodalan, asuransi, perencanaan kepemilikan properti, dan sejenisnya.
9.
Bisnis Jasa
Bisnis jasa adalah seluruh aktivitas usaha yang
membuat dan menjual produk yang tidak memiliki wujud, misalnya jasa konsultasi,
biro perjalanan, dan sebagainya.
10. Bisnis
Utilitas
Bisnis utilitas mengoperasikan jasa untuk kepentingan
pemenuhan kebutuhan publik, seperti listrik dan air. Bisnis ini biasanya
dikelola dan didanai oleh pemerintah dalam bentuk BUMN/BUMD.
11. Bisnis
Real Estat
Bisnis real estat adalah bisnis yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, atau mengembangkan
properti, seperti rumah, apartemen, dan bangunan lainnya.
12. Bisnis Online
Bisnis online berkembang seiring
berkembangnya dunia digital dan teknologi informasi. Bisnis ini dijalankan
secara online melalui jaringan internet dengan memanfaatkan
berbagai macam platform untuk memperjualbelikan semua jenis
produk.
G. Manfaat Bisnis
Menjalankan bisnis memberikan banyak manfaat bagi para
pelakunya. Dengan memiliki bisnis, Anda akan merasakan beberapa manfaat bisnis, meliputi :
1. Mendapatkan Penghargaan dan Pengakuan
Memiliki bisnis, apalagi yang terus berkembang pesat dan
memberikan dampak serta kontribusi yang penting bagi masyarakat sekitar, Anda
akan mendapatkan penghargaan dan pengakuan yang positif dari lingkungan.
2. Menjadi Bos untuk Diri Sendiri
Merintis dan membangun bisnis memang bukan hal mudah, perlu
perjuangan serius dan pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari segi tenaga,
waktu, materi, maupun pemikiran. Namun, jika bisnis sudah berjalan baik, Anda
akan merasakan banyak keuntungan dengan menjadi bos bagi diri sendiri.
3. Menggaji Diri Sendiri
Berbeda dengan menjadi karyawan yang pendapatannya
tergantung pada orang lain, dengan memiliki bisnis, Anda bisa menggaji diri
sendiri dengan besaran yang ditentukan sendiri. Lebih dari itu, Anda bisa juga
menggaji orang lain yang menjadi karyawan.
4. Bisa Mengatur Waktu dengan Leluasa
Jika menjadi pegawai jam kerja ditentukan oleh perusahaan
atau kantor tempat Anda bekerja, tidak demikian dengan berwirausaha. Berbisnis
membuat Anda lebih leluasa mengatur waktu kerja secara fleksibel.
5. Memiliki Masa Depan yang Cerah
Memiliki masa depan yang cerah adalah keinginan setiap
orang. Memiliki usaha sendiri adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk
mewujudkan keinginan tersebut. Tentu saja, untuk mencapainya, dibutuhkan kerja
keras agar bisnis bisa memberikan hasil yang diharapkan di masa datang.
H. Memulai Bisnis
Diseluruh dunia, banyak orang-orang
yang ingin mewujudkan impian nya masing-masing, salah satunya adalah berbisnis,
saat pandemi seperti ini tentu banyak orang yang ingin melakukan bisnis untuk
membantu hidup, banyaknya karyawan yang diberhentikan juga menjadi salah
satunya karena mereka tidak memiliki penghasilan, Jika kita ingin memulai
bisnis tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu bisnis apa yang akan kita
lakukan.
Ini adalah tips untuk memulai bisnis bagi pemula
oleh Scott Gerber :
1. Focus pada satu peluang bisnis
Jika kita fokus pada satu peluang, maka seluruh ide dan pikiran kita untuk
mengembangkan suatu bisnis akan lebih terarah. Hal ini dapat memudahkan kita
dalam mengeksekusi semua ide-ide tersebut.
2. Lakukan hal yang kamu sukai
Jika kita melakukan apa yang kita sukai, maka kita akan melakukannya dengan
sepenuh hati. Karna tidak ada paksaan sehingga apa yang kita lakukan dapat
lebih maksimal. Segala pekerjaan yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan
membuahkan hasil yang maksimal. Namun jika anda ingin menjadi seorang
pengusaha, jangan memulai bisnis hanya karna melihat untung yang besar. Hal
yang baik untuk memulai bisnis adalah berdasarkan hobi. Dengan begitu hobi anda
dapat terpuaskan dan mimpi membuka usaha juga dapat tercapai.
3. Kuasai segala hal tentang bisnis anda
Di awal memulai
bisnis, umumnya jarang ada investor yang berani menaruh uangnya disana. Namun
kesempatan itu bisa datang kapanpun, jadi anda
harus kuasai betul segalanya tentang bisnis yang anda
geluti dan selalu siap menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Hal ini dimaksudkan
agar anda dapat membuat investor yakin bahwa ia menaruh uangnya
di tangan yang tepat, yaitu kepada anda, orang yang paling
paham tentang bisnis ini.
4. Selalu ingin belajar dari orang lain
Tidak ada orang yang
mengetahui segala hal, maka itu sangatlah penting untuk bersikap terbuka pada
pandangan atau pemikiran orang lain. Dengan berkonsultasi dengan orang lain
seperti mentor, teman, atau orang sukses lainnya, anda
dapat mengambil pelajaran dari apa yang sudah dilakukannya. Pilihlah mentor,
teman atau orang yang sudah sukses untuk menjadi penasehat kamu, tempat anda berdiskusi
tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk sukses. Lebih banyak mendengar akan
lebih baik daripada lebih banyak berbicara.
5. Hiduplah dengan sederhana
Hiduplah dengan
pandangan bahwa anda adalah pemula yang membutuhkan uang
untuk sukses. Dengan begitu, anda akan lebih menikmati
proses menuju sukses dan segala hal yang anda impikan itu akan
datang pada saatnya nanti.
6. Belajar dari kegagalan
Jika anda ingin
maju, maka anda juga harus siap untuk menghadapi
kegagalan. Karena tidak semua yang anda rencanakan selalu
berjalan lancar sesuai keinginan anda. Justru kegagalan
harus terjadi untuk mengajarkan anda dan mempersiapkan anda
untuk menjadi orang yang sukses nantinya. Ketika gagal, jangan putus asa, terus
mencoba dan belajarlah dari pengalaman tersebut.
7. Tunjukan bahwa konsep bisnis anda yang terbaik
Tidak
ada investor yang mau berinvestasi dalam bisnis anda,
karena mereka belum tahu standar dari konsep bisnis anda.
Oleh karena itu, tunjukkan bahwa konsep bisnis ini akan sangat menguntungkan
bagi para investor. Jalankan konsep bisnis anda
dengan modal seadanya untuk memberi bukti nyata kepada investor. Ketika anda
sudah menunjukkan bahwa konsep anda adalah yang terbaik, lalu
percayalah bahwa para investor yang akan mencari anda.
8. Jagalah Kesehatan
Jika anda menjaga kesehatan, percayalah apapun yang anda kerjakan
akan lebih produktif. Atur pola makan, berolahraga teratur, dan sempatkan waktu
untuk beristirahat dari pekerjaan. Bayangkan jika anda
jatuh sakit, tidak ada yang dapat anda lakukan dengan
sempurna. Kesehatan memberi anda kesempatan untuk melakukan segala
sesuatu dengan lebih baik. Sebisa mungkin seimbangkan pekerjaan dengan menjaga
kesehatan.
9. Buktikan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata
Perhatikan apa yang
kamu katakan. Katakan hal yang mampu kamu lakukan, jangan terlalu banyak bicara
tapi kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Buktikan yang kamu bisa lakukan melalui
tindakan, bukan melalui kata-kata, karena dengan kamu bertindak, orang akan
lebih bisa menilai hasil kerjamu.
10. Tahu kapan harus berhenti berusaha
Dalam
merintis bisnis. Terkadang, bisnis yang kita mulai tidak membawa anda
kepada kesuksesan, melainkan malah membuat anda
menajadi terpuruk. Ketika situasi itu datang, maka anda harus
tahu kapan harus berhenti. Bersikap bijaksana dan peka terhadap keadaan akan
membantu kamu untuk terhindar dari keterpurukan.
I.
Kendala dalam memulai Bisnis
1. Kurangnya dukungan
Setiap orang membutuhkan dukungan orang lain untuk mengerjakan
sesuatu. Hal tersebut juga terjadi di dalam dunia bisnis. Tantangan pertama
yang harus dilalui seorang pebisnis pemula adalah kurangnya dukungan. Dukungan
emosional sangat dibutuhkan seorang pebisnis pemula untuk menghalau rasa
frustasi. Cobalah untuk mencari mentor atau bergabunglah dengan grup sesama
pebisnis untuk mendapatkan dukungan dan bantuan selama merintis bisnis.
Memiliki pasangan yang suportif juga sangat membantu dalam hal ini.
2. Keinginan melakukan semuanya dengan baik
Pebisnis
pemula cenderung
menginginkan semua rencananya berjalan sempurna. Hal ini justru sering
menimbulkan perasaan tertekan saat bisnisnya tidak berjalan sesuai rencana. Di
balik bisnis yang baru berdiri tidak jarang ada sosok pebisnis yang melakukan
semuanya sendiri. Ada baiknya untuk tidak terlalu menekan diri sendiri dengan
target-target yang mencekik. Tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain
untuk mengerjakan sesuatu. Selain meringankan pekerjaan, meminta bantuan
menandakan Anda sudah mengetahui dimana keterbatasan anda.
3. Mendapatkan dan mempertahankan model
Tantangan yang harus dilalui pebisnis
pemula adalah mencari model atau brand ambassador. Posisi seorang
model dalam dunia bisnis sangat penting. Semakin menjual model yang dipakai,
semakin tinggi permintaan konsumen terhadap produk bisnis Anda. Namun model
yang ternama selalu memiliki tarif yang cukup tinggi. Anda dapat menghemat
pengeluaran dengan meminta pertolongan saudara atau teman untuk mengatasi
masalah ini. Selain meminimalisir pengeluaran, akan lebih mudah untuk Anda
mempertahankan model jika berangkat dari saudara atau teman. Hal lain yang dapat
dilakukan adalah membuat konsep iklan yang menarik. Tidak semua iklan
membutuhkan model, tetapi sebuah iklan selalu memiliki konsep. Konsep iklan
yang menarik mampu menggiring pelanggan untuk menggunakan produk Anda. Anda
harus memiliki ide-ide kreatif di saat pengeluaran bisnis Anda mulai
membludak.
4. Menemukan pelanggan pertama
Sulit untuk membuat konsumen
mempercayai produk yang baru Anda buat. Konsumen selalu mempertanyakan apakah
produk Anda cukup enak, memuaskan, atau setidaknya menarik. Ada beberapa cara
yang bisa Anda lakukan. Anda dapat mengatasi hambatan ini dengan memberikan
sampel kepada calon konsumen Anda. Bisa juga dengan memberikan promo di awal,
seperti beli satu gratis satu. Diskon juga menjadi bagian yang sangat menarik
untuk meraup konsumen. Selain itu, yang terpenting adalah berikan kesan
pelayanan yang sangat memuaskan.
5. Ditolak investor
Hampir sama dengan membangun
kepercayaan konsumen, membuat investor percaya terhadap bisnis Anda adalah
sesuatu hal yang cukup sulit. Terlebih melihat bisnis yang baru saja Anda
bangun. Mendengar penolakan demi penolakan tak jarang akan membuat Anda
tertekan dan ingin menyerah. Anda perlu mengetahui apa yang diinginkan calon
investor Anda. Pilihlah investor-investor yang relevan dengan bisnis Anda.
Penting untuk memetakan target calon investor beserta karakteristiknya.
Kesuksesan menggaet investor juga berangkat dari bagaimana cara Anda meyakinkan
mereka. Anda membutuhkan sikap percaya diri atas apa yang akan Anda bangun.
Bagaimana orang lain akan percaya jika Anda menampilkan sesuatu yang tidak
meyakinkan?
6. Menyadari langkah yang salah
Setelah pengorbanan besar yang Anda
lakukan tak jarang bukan hasil baik yang diterima. Di satu sisi anda merasa
bahwa apa yang sudah dijalankan harus dipertahankan. Di sisi lain Anda
menyadari bahwa Anda sangat tersiksa dengan keadaan ini. Anda tidak perlu
risau, mungkin hanya cara anda yang kurang tepat. Ibarat Anda memiliki daging,
tidak bisa anda memotongnya menggunakan pisau roti. Daging membutuhkan pisau
daging. Roti membutuhkan pisau roti. Sadarilah bahwa cara Anda kurang tepat.
Lalu cobalah cara lain untuk mengurus bisnis Anda. Ini bukan berarti Anda
gagal, hanya caranya saja yang kurang tepat.
7. Menutup bisnis
Ini adalah hambatan tersulit yang
mungkin terjadi pada semua pebisnis. Tidak hanya terjadi pada pebisnis pemula.
Pebisnis yang sudah mapan pun mungkin bisa mengalaminya. Setelah menyadari cara
membangun bisnis Anda kurang tepat, Anda akan mencoba cara lain. Anda berulang
kali mencoba cara-cara lain dan ternyata tetap tidak berhasil. Satu-satunya
jalan adalah menutup bisnis Anda. Keputusan ini merupakan keputusan yang sangat
berat untuk diambil terutama setelah banyaknya pengorbanan yang sudah Anda
lakukan, sangat menyakitkan untuk menutup bisnis Anda begitu saja. Namun hal
ini harus dilakukan jika semua cara yang Anda coba nyatanya tidak berhasil.
Menutup bisnis bukan berarti Anda gagal. Mungkin saja ini terjadi karena
pilihan bisnis yang kurang tepat.

Comments
Post a Comment